Sayap seekor nyamuk
Andaikan dunia disisi Allah seharga sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberikan seteguk air pun untuk orang kafir". HR.Tirmidzy dari Sahl bin sa'ad radhiyallahu'anhu dan isnadnya dinyatakan sohih oleh Al - Hakim.
inilah hakikat dunia, tidak lebih dari saya sayap seekor nyamuk, akan tetapi dunia selalu menyita waktu dan pikiran kita sehingga kita lalai terhadap kehidupan akhirat kita, dunia juga merupakan cobaan untuk menguji siapa hamba Allah yang beriman dan siapa yang tidak, (QS. Al Kahfi : 7 dan QS. Al Mulk : 2)
dunia dengan segala kemewahannya bisa membutakan mata hati setiap manusia, sehingga dia tidak bisa melihat hakikat dunia ini, apa yang di cari didunia ini kita pun tidak tau, seandainya kemewahan , kekayaan , kekuasan pangkat dan jabatan yang menjadi tujuan hidupnya, maka seluruh nikmat itu tidak ada harganya jika dibandingkan dengan sayap seekor nyamuk, jika ada diantara kita ditawari sayap seekor nyamuk, niscaya tidak ada seorangpun yang mau menerimanya disebabkan betapa rendahnya harga sayap seekor nyamuk tersebut.
Orang yang cerdas bukan orang yang ahli dalam ilmu fisika, orang yang cerdas juga bukan yang ahli matematika, orang yang cerdas menurut barometer Rasulullah adalah orang yang selalu mempersiapkan dirinya untuk kematian.
Maka itulah ketika Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam ditanya " wahai Rasulullah siapakah sebenarnya orang yang paling cerdas? " beliau menjawab :
الكيس من دان نفسه, وعمل لما بعد الموت والعاجز من اتبع هواها وتمني على الله الأماني (رواه الترمذي)
Orang yang cerdas adalah orang yang dapat menundukkan hawa nafsu dan beramal
untuk bekal sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang
yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan - angan kepada Allah dengan
panjang angan - angan ( tuulul 'amal).
Sahabat
Abdullah bin Umar pernah bertanya kepada Rasulullah, " ya Rasulullah ,
mukmin manakah yang paling utama ? Beliau menjawab " Yang paling baik
akhlaknya diantara mereka", Lalu bertanya lagi, " Mukmin manakah yang
paling cerdas? " Beliau menjawab
أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا
وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ
“Orang
yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan
setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah)
Ketika kematian adalah perkara yang dijamin Allah kepastiannya,..maka sikap kita sebagai seorang mukmin hendaknya senantiasa bersungguh - sungguh dalam beramal sholih, agar amalan kita berbuah manis, agar amalan kita diterima Allah Subhanahu Wata'ala.
Ketika kematian adalah perkara yang dijamin Allah kepastiannya,..maka sikap kita sebagai seorang mukmin hendaknya senantiasa bersungguh - sungguh dalam beramal sholih, agar amalan kita berbuah manis, agar amalan kita diterima Allah Subhanahu Wata'ala.
0 komentar:
Posting Komentar